Februari 18, 2012

Formulir Popda Sleman 2012

Silahkan Di Klik Judul atau LInk dibawah Diisi dengan Yang Diperlukan

Link Menuju Form Klik Read More Klik Disini

Februari 08, 2012

Rosulullah Tauladan seorang Pedagang (dari mas ahmadgozali)

Assalamualaikum,


Sekedar sharing........
Tadi malam saya berdiskusi dengan beberapa
sahabat mengenai lebih baik "KAYA atau MISKIN"?


Pertanyaan yang menggelitik, apalagi
ditengah potret "kemiskinan" yang dipertontonkan saudara2 kita yang lebih
memilih profesi sebagai pengemis.
(Tentu tidak demikian dengan teman2 komunitas TDA yang penuh semangat bekerja untuk "Bersama Menebar Rahmat")


Jadi teringat beberapa tulisan
singkat dari salah satu pakar keuangan syariah di account twitternya (http://www.twitter.com/ahmadgozali).
Berikut kutipan "kicauan"
beliau yang semoga bisa bermanfaat untuk kita semua agar lebih rajin bekerja
dan bersedekah.

Rasulullah SAW adalah salah seorang
yang pernah mengalami masa kaya raya, biasa-biasa saja, sampai masa sulit
sekalipun. Sehingga kita selalu bisa mengambil contoh dari kehidupan beliau.
1. Saat kaya raya, Rasulullah bersedekah luar biasa sampai ada yang bilang "Ia memberi seperti orang yang tidak takut miskin".
2. Dalam kondisi normal, Rasul hidup bersahaja walaupun sebagai kepala negara. Tidurnya pun di atas pelepah kurma yang berbekas di punggungnya.
3. Saat miskin, beliau tetap sabar & menjaga kehormatan, tidak pernah minta. Pernah perutnya diganjal batu agar bisa tetap tegak dgn perut kosong.
Darimana Rasulullah mendapatkan
penghasilannya? Dan dikemanakan saja hartanya? Mari kita lanjutkan...
* Di usia 12 tahun Rasulullah SAW sudah mulai berdagang dengan magang pada pamannya yang memelihara Rasul sejak orang tua & kakeknya tiada.
* Di usia 17 tahun, beliau memutuskan untuk hidup mandiri karena pamannya sendiri memiliki banyak anak & kebutuhan. Rasul berdagang sendiri sejak itu.
Beliau sebagai mudharib (pengelola
aset) dari para pemodal yaitu orang2 kaya di Mekkah & mengelola harta anak
yatim yang dikembangkan.
Julukan al-Amin (yang dipercaya)
diperolehnya dari mitra bisnis dan penduduk Mekah karena perilakunya yang
terpercaya, tidak pernah bohong.


Bukan cuma berdagang di Mekah,
perdagangan internasional ke seluruh semenanjung Arab dijalaninya pada usia
masih sangat muda.
Beliau bisa mendapatkan untung
sampai 2 kali lipat dari pedagang lainnya, sampai pernah diberikan bonus oleh
salah satu investor-nya yang bernama Siti Khadijah.
* Di usia 25 tahun, beliau menikah dengan Khadijah dan memberikan 20 ekor unta + 12ons emas sebagai mahar. (Nilainya sekarang ratusan juta lho)
Ini bukti bahwa ia adalah orang yang
sangat kaya di usia 25tahun.
Maharnya saja lebih dari Setengah Milyar jika
dihitung dgn nilai sekarang. !!!
Menikahi orang kaya bukan berarti
beliau duduk santai. Sebagai laki2 yang bertangungjawab, Rasulullah justru
makin giat usahanya.
* Di usia 37, beliau sudah tidak berdagang lagi & hanya menjadi pemodal saja. Sudah bebas finansial di usia 37, subhanallah....!!
Usia 37 beliau lebih peduli tentang
masalah moral, sosial ekonomi masyarakat. Urusan perdagangan ditinggalkan &
berkontemplasi di gua Hira.
* Di usia 40 beliau mendapatkan wahyu kenabian & menyebarkan Islam. Meluruskan moral & akhlak.
* Di usia 53 beliau hijrah bersama para sahabat & meninggalkan harta mereka di Mekah. Start dari awal lagi di Madinah.
Setelah membangun mesjid, pasar pun
didirikan di sebelahnya. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi juga harus
diperhatikan.


Sebelum pasar dibuka, para sahabat
bukan sibuk promosi & launching produk. Tapi sibuk beribadah di masjid dan
bertaubat, karena taubat adalah salah satu pintu rezeki.


Income Rasul sebagai kepala negara
adalah dari hasil peperangan, zakat, pajak, dll yang sangat besar. Tapi beliau
pilih tetap hidup sederhana.
Di periode Madinah ini banyak aturan
muamalat yang turun: larangan riba dan pola bisnis yang haram.
Rasulullah
melakukan cek langsung di pasar.


Tahapannya: Membenahi akhlak &
moral selama periode Mekah, lalu membenahi aturan sosial & ekonomi selama
periode Madinah.


Diawali dengan magang (umur 12th),
lalu berdagang (17). Jadi business owner (25), lalu investor (37). Setelah jadi
Rasul (umur 40), beliau jadi regulator.


3thn magang, 8thn dagang, 12thn
owner, 16thn financial freedom-start awal lagi dgn hijrah, lalu 10thn jadi
regulator, motivator, inspirator.
Beliau hibahkan harta keluarganya
& sedekah untuk kaum dhuafa sebelum wafat & tidak meninggalkan harta
waris.


Harta bukan tujuan hidup Rasullullah
sallahualaihi wassalam, ia tolak sogokan emas dari Quraisy. Tapi kekuatan
finansial tetap harus dimiliki agar bisa hidup mandiri.


Semoga kita semua bisa bercermin
dari kehidupan finansial Rasul sebagai salah satu panduan kita dalam menjemput
rizki Ilahi. Amin Ya Rabb...

Februari 07, 2012

kangen dgn blog

saaytnya menylis kemballi di blog.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Oktober 08, 2010

kematian hati

KEMATIAN HATI

Marhadi Muhayar, Lc., M.A.

Segala puji bagi Allah yang Esa lagi Mulia, Allah yang diagungkan dan dibesarkan dalam kesempurnaan dan keindahan-Nya. Dia mengatur segala sesuatu, baik yang besar maupun yang kecil, dengan takdir dan aturan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Yang Maha Tinggi keagungan-Nya, dan yang menurunkan Al-Quran sebagai peringatan bagi seluruh ummat manusia.
Shalawat dan salam, semoga senantiasa dicurahkan bagi junjungan kita Nabi Muhammad SAW, juga bagi segenap keluarga serta para sahabat yang setia dan kita semua sebagai ummatnya, amiin

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Selaku khatib, kami mewasiatakan kepada diri kami pribadi dan hadirin sekalian mengenai takwa. Marilah kita berusaha semaksimal mungkin untuk selalu melakukan ketaatan dan menghindari segala larangan Allah. Lebih dari 50 kali di dalam Al-Quran Allah berfirman Ittaqullaah, bertakwalah kamu kepada Allah, bertakwalah kamu kepada Allah. Pengulangan hingga 50 kali ini, tentu saja menunjukkan sangat pentingnya masalah takwa tersebut. Dan memang hanya dengan takwa kepada Allah-lah kita akan hidup bahagia di dunia ini, di alam barzakh dan di alam akhirat kelak.
Janji-janji Allah kepada mereka yang bertakwa cukup banyak, dan janji tersebut juga tentang kehidupan dunia hingga akhirat. Di dunia, bagi mereka yang bertakwa Allah berjanji akan memudahkan urusannya, memudahkan rizqinya, menghapus kesalahannya dan lain-lain. Sedang di akhirat, bagai mereka yang bertakwa, Allah berjanji akan menyelamatkannya dari siksa neraka dan memasukkannya ke surga.
Demikianlah sebagian janji-janji Allah kepada mereka yang bertakwa, dan Allah tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. Untuk itu marilah kita selalu bertakwa dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kita kepada Allah.
Karena sangat pentingnya masalah ini, sampai-sampai wasiat takwa dijadikan salah satu syarat sahnya sebuah khutbah Jum’at. Dan bila kita renungkan, seluruh isi khutbah yang disampaikan oleh para khotib, apapun juga materi yang disampaikan, kesemuanya kembali hanya kepada ajakan untuk meningkatkan iman dan takwa.
Sebagai manusia biasa yang tak mungkin lepas dari lupa, salah dan dosa, kita perlu terus-menerus saling mengingatkan, karena bila sewaktu-waktu utusan Allah berupa maut datang, hanya iman dan takwa itulah yang akan menjadi bekal kita untuk menghadap Allah SWT. Seseorang yang bertakwa kepada Allah, akan mempunyai hati yang bersih dari berbagai penyakit hati. Dan kebersihan hati inilah yang akan bermanfaat saat kita menghadap Allah kelak. Sesuai dengan Firman Allah yang menceritakan doa Nabi Ibrahimm as, diantaranya beliau berdoa, “Jangan Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan kelak”. Kapan hari kebangkitan tersebut dan bagaimana nasib seseorang saat itu?

(Hari kebangkitan tersebut) adalah hari saat harta dan anak tidak berguna lagi, kecuali mereka yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Dan pada hari itu didekatkan surga bagi mereka, orang-orang yang bertakwa. (Asy-Syuara’: 77)

Hadirin rahimakumullah.

Bila kita mengetahui, bahwa bekal yang dapat menyelamatkan kita di akhirat kelak hanya amal yang dilandasi oleh hati yang bersih, sudah sewajarnya bagi kita semua untuk lebih memperhatikan mengenai kesucian hati. Karena sebanyak dan sebesar apapun amal yang kita lakukan, bila tidak didasari dengan hati yang bersih akan bernilai kecil di sisi Allah SWT. Yang lebih berbahaya lagi, bila hati yang kotor atau memiliki penyakit tidak segera dibersihkan, maka lama kelamaan hati tersebut akan termasuk hati yang lalai dari Allah dan akhirnya menjadi keras.
Bila hati telah menjadi keras, maka nasehat seperti apapun akan sulit untuk menembus ke hati dan menyadarkan mereka. Janji-janji balasan dari Allah tak mampu membuat orang tersebut tertarik untuk berlomba-lomba mengamalkan, dan berbagai ancaman serta kematian yang setiap saat menanti tak mampu menggetarkan hatinya.
Menurut para ulama, seseorang di kelompokkan sebagai pemilik hati yang lalai, bila dalam membaca Al-Quran tidak merenungkan makna kandungannya, tidak mengamalkan berbagai perintah yang ada serta tidak menjauhi berbagai larangannya. Termasuk juga dengan berbagai hadits atau sunnah-sunnah Rasulullah SAW.
Seseorang yang memiliki hati yang lalai, tidak pernah memikirkan mengenai kematian serta kehidupan di alam barzakh dan negeri akhirat. Mereka menjauh dari para alim-ulama yang akan menasehati serta menyadarkan mengenai berbagai ketaatan. Hari-hari berlalu tanpa peningkatan amal, namun justru bertumpuknya dosa dan kemaksiatan. Apa yang mereka lakukan ini, sama saja dengan mengotori dan menutupi hati mereka sendiri.
Rasulallah SAW pernah bersabda yang artinya:
“Barang siapa melakukan suatu dosa, maka akan tumbuh dalam hatinya setitik hitam. Apabila ia bertaubat, maka hilanglah titik hitam itu dalam hatinya. Namun bila ia tidak bertaubat, maka titik hitam itu akan terus menyebar hingga seluruh hatinya akan menjadi hitam”.
Allah SWT berfirman:

“Sekali-kali bukan demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itulah yang menutupi hati mereka” ( Almuthofifin 14)

Hadirin rahimakumullah,
Bila kita telah mengetahui mengenai pentingnya menjaga hati agar tidak lalai dan membeku atau kasar, kita juga perlu mengetahi mengenai sebab yang dapat membekukan hati tersebut. Karena selain dosa dan kemaksiatan seperti yang telah disinggung di atas, terdapat beberapa hal yang dapat melalaikan dan akhirnya membekukan atau mengeraskan bahkan mungkin mematikan hati kita.
Seorang ulama yang bernama Ibrahim bin Adham pernah ditanya oleh penduduk Bagdad, bahwa mereka telah sering berdoa, tetapi seolah-olah doa mereka tidak dikabulkan oleh Allah. Mendengar pertanyaan ini, Ibrahim bin Adham menjawab, bahwa penyebab tidak terkabulnya doa mereka adalah karena matinya hati mereka. Dan penyebab kematian hati tersebut adalah karena 10 hal.

1. Kamu mengaku mengetahui adanya Allah, tetapi tidak mau tunduk dan patuh kepada-Nya.

2. Kamu membaca Al-Quran, tetapi kamu tidak mengamalkan isinya.

3. Kamu mengetahui bahwa setan adalah musuh, tetapi justru kamu ikuti jalannya.

4. Kamu mengatakan mencintai Rasulullah, tetapi kamu meninggalkan akhlak dan sunnah-sunnah beliau SAW.

5. Kamu mengatakan memohon surga, tetapi tidak beramal untuk meraihnya.

6. kamu mengatakan takut neraka, tetapi tidak pernah berhenti melakukan dosa.

7. Kamu mengatakan mati pasti akan datang, tetapi kamu tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

8. Kamu sibuk membicarakan kekurangan orang lain, tetapi tidak memikirkan mengenai kekurangan dirimu sendiri.

9. Kamu makan rizki dari Allah, tetapi tidak mau bersyukur kepada-Nya.

10. Kamu menguburkan mayat saudaramu, tetapi tidak menjadikannya sebagai pelajaran.

Kesepuluh macam penyakit inilah yang menurut Ibrahim bin Adham telah mematikan hati penduduk Baghdad saat itu, hingga mereka merasa doa-doa mereka tak dikabulkan oleh Allah.
Marilah kesepuluh penyebab kematian hati di atas kita jadikan bahan renungan bagi diri kita masing-masing. Sudah bersihkan hati kita? Bila telah bersih, maka masih ada kewajiban yang harus terus menerus dilakukan, yaitu menjaganya.
Sedang bagi kita yang mempunyai hati kotor, tercampur dengan berbagai penyakit hati, atau banyak melakukan dosa dan maksiat, Allah tidak pernah menutup pintu taubatnya. Dan bagaimanapun keadaan hati kita, kita wajib untuk terus-menerus mohon kepada Allah, semoga dikaruniai hati yang bersih, sebagai bekal untuk menghadapnya., amiiiiiin

Sesungguhnya pada peristiwa itu benar-benar terdapat peringatan bagi mereka yang mempunyai hati dan menggunakan pendengarannya, karena ia menyaksikan sendiri

Khutbah II

Hadirin, bertakwalah kepada Allah. Ingatlah bahwa kecintaan terhadap dunia secara berlebihan dapat menguasai hati. Dosa dan kemaksiatan juga telah menghitam kelamkan hati kita. Bergegaslah untuk menghapusnya dengan bertaubat. Mohonlah dibukakan pintu rahmat dengan istighfar, karena hanya Allahlah yang kuasa membukanya. Perbaikilah amal-amal yang rusak, maka Allah akan memperbaiki keadaan kita. Sayangilah orang-orang yang lemah, maka Allah akan mengangkat derajat kita. Tolonglah para fakir-miskin, maka Allah akan memberkati rizki kita. Barang siapa yang hatinya penuh kasih sayang, maka Allah akan sayang kepadanya, dan barang siapa yang berlaku dhalim, maka akan dihancurkan. Bersihkanlah hati dari berbagai rasa sombong, iri dan dengki, karena kesemuanya akan membawa kesusahan dan kesengsaraan bagi pelakunya.Bertakwalah kepada Allah, dengan itu kita akan selamat dunia hingga akhirat.

( Sumber : http://www.bankartikel.com/2009/01/khutbah-jumat-kematian-hati.html )

Blogged with the Flock Browser

Sang Pencerah ke 3

Alhamdulillah dengan niatan menemani teman yang ingin melihat SAng Pencerah dan semoga menjadi perubahan buat dirinya bisa melihat sang pencerah yang ke 3 kalinya. semoga menjadi amal baik yang akan terus bergulir dan berjlan. Amin
Blogged with the Flock Browser

Agustus 18, 2010

PACARAN

PACARAN - 06 Juli 2001 - 11:32

Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?
"Pacaran" adalah suatu kata yang tidak asing lagi kita dengar di kalangan remaja. Sebetulnya apa yang disebut dengan "pacaran" itu? Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?
Pacaran diidentifikasikan sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis. Apabila kita lihat secara sepintas dari definisi diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa pacaran itu merupakan suatu yang wajar dilakukan dikalangan remaja. Padahal apabila kita tinjau dari sudut agama Islam, dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits ternyata tidak ada satu kalimatpun yang menjelaskan tentang pacaran.
Dalam Islam hanya ada khitbah (tunangan). Tapi khan tidak mungkin kita tunangan tanpa mengenal pribadi calon kita?. Tidak seperti itu, sebelum terjadi khitbah, di dalam Islam dianjurkan untuk berta’aruf (berkenalan) itupun kalau seandainya kita siap untuk nikah. Sebenarnya rugi kalau seandainya pacar kita itu bukan jodoh yang Allah SWT takdirkan untuk kita. Padahal kita sudah berkorban.
Islam sesungguhnya agama kasih sayang, sangat tidak adil jika kita memberikan kasih sayang itu kepada seseorang saja. Padahal umat Islam itu bersaudara, Firman Allah dalam QS Al-Hujurat : 10, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara". Bagaimana kita bersaudara dalam Islam?
1. Saling bersilaturahmi, karena dengan bersilaturahmi dapat menumbuhkan rasa kasih sayang.
2. Saling bertausyiah, karena ketika kita lupa kita diingatkan, dan ketika orang lain lupa kita mengingatkan.
3. Saling mendo’akan.
Jadi kita harus memberikan kasih sayang kepada seluruh umat Islam di dunia ini, bukan hanya kepada seseorang dan kelompok tertentu saja.
Untuk itu, marilah kita sama-sama untuk menghindari yang namanya pacaran itu. Karena kasih sayang tidak harus diungkapkan kepada seseorang saja, tetapi kepada siapa saja. Apabila kita melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh agama, maka kita akan berdosa. Begitu juga pacaran, apabila kita melakukan apa yang disebut dengan pacaran, maka kita akan berdosa pula. Na’udzubillaahi min dzalik.
Oleh karena itu, hendaklah kita :
1. Menundukan pandangan.
"Firman Allah dalam QS An-Nuur : 31 mewajibkan kita untuk menundukkan pandangan. Sabda Rasul : "Pandangan itu merupakan salah satu panah iblis."
2. Jangan berduaan dengan lawan jenis.
"Janganlah kamu pergi berduaan dengan lawan jenismu, sebab yang ketiganya adalah setan."
3. Memperbanyak shaum sunat
Hal ini dimaksudkan agar kita selalu dapat menjaga pandangan dan menahan hawa nafsu.
Cobalah tiada lain suatu amalan yang dicintai Allah, sesungguhnya Allah akan jauh lebih mencintai kita. Carilah amalan yang disukai Allah, setelah kita tahu bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran, cobalah untuk membatasi diri dalam hal itu. Ingatlah bahwa jangankan berpacaran, mendekatinya saja kita sudah tidak boleh. Firman Allah: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (17: Al Israa’ 32)

Kita tidak bisa menjaga pandangan dari yang tidak halal berarti kita sudah zina mata. Begitupun dengan pendengaran, pembicaraan, hati, bila tidak kita jaga dari perbuatan yang mendekati zina, berarti kita sudah berzina. Na’udzubillaahi min dzalik.
dari mediakita.cjb.net

© Dudung Abdussomad Toha, 2001
Semua artikel yang ada di web saya boleh disebarluaskan cenah ! nggak apa-apa koq...!

Desakkan Diri Anda Agar Seluruh Potensi Anda Keluar

Desakkan Diri Anda Agar Seluruh Potensi Anda Keluar
Saya yakin, apapun keadaan anda sekarang ini, masih banyak potensi yang anda miliki yang belum digunakan, atau masih dianggurkan. Sungguh sangat disayangkan. Hal itu dikarenakan anda belum tahu bagaimana caranya menggunakan seluruh potensi yang anda miliki. Padahal resepnya cuma sederhana. Anda tinggal mengkondisikan diri anda dalam keadaan terdesak, maka akan dengan sendirinya, seluruh potensi anda akan dipaksa untuk dikeluarkan.
Anda mesti berhati-hati, agar potensi baik saja yang dikeluarkan, bukan potensi buruk. Karena dalam diri manusia bersemayam kedua potensi tersebut dan sama kuatnya. Anda mesti melatih diri sebelumnya, agar potensi baik meningkat, sementara potensi buruk yang menurun.
Kondisi krisis ekonomi di Indonesia sekarang ini, bisa menjadi buruk atau baik tergantung cara kita memandangnya. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut membuat kita semakin terpuruk dan sulit untuk bangkit kembali. Karena yang dikeluarkan adalah potensi buruk, sehingga yang muncul adalah main hakim sendiri, perkelahian antar kampung, dan semangat memisahkan diri dari negara kesatuan Indonesia. Tapi, bagi sebagian lain, kondisi tersebut justru memaksa kita untuk berpikir lebih baik ketimbang sebelumnya, sehingga yang muncul adalah upaya kreatif untuk bangkit dari keterpurukan. Kita, yang selama ini menikmati banyak dari fasilitas pemerintah, sekarang mesti dipaksa berpikir untuk memfasilitasi sendiri. Keadaan ini memaksa kita untuk mengeluarkan seluruh potensi kita yang selama ini tidak digunakan.
Oleh karena itu, kondisikan diri anda dalam keadaan terdesak….terjepit oleh keadaan…..melalui perbuatan yang diluar kemampuan…kebiasaan…pengetahuan…. dan pengalaman hidupnya….keadaan tersebut akan memaksa anda untuk mengeluarkan semua potensinya….karena anda akan selalu dipaksa untuk berpikir dan bertindak…bukan hanya otak kirinya…..tapi juga otak kanannya….bukan hanya hal yang logis….tapi juga yang tidak logis…..dan pada akhirnya akan muncul semua potensi dirinya yang luar biasa….yang selama ini terpendam….tersimpan….dianggurkan….tidak digunakan…..makanya jangan heran apabila anda akan kagum dengan diri sendiri….karena ternyata anda telah menghasilkan karya besar….yang tidak diperkirakan sebelumnya….amiinnn…
Contohnya, banyak pengusaha yang sukses, bukan karena keahliannya dalam bidang yang digelutinya, tapi karena keadaan yang mendesaknya. Misalnya mentor kita, yang pada awal pendirian Primagama, bukanlah orang yang ahli dalam bidang bimbingan belajar. Keadaan tersebut memaksanya untuk belajar bagaimana agar ahli dalam bisnis bimbingan belajar. Dan terbukti bahwa sekarang beliau merupakan seorang ahli dalam bisnis bimbingan belajar dengan menciptakan metode smart solution yang telah di patentkan.
Contoh lain adalah ketika Jaya Suprana harus memberikan seminar dengan waktu yang mendesak, sehingga terpaksa makalahnya dibuat diatas pesawat dalam perjalannya dari Semarang menuju Jakarta di Universitas Indonesia. Beliau mengaku bahwa dengan keadaan mendesak tersebut telah membuatnya mengeluarkan seluruh potensinya. Begitu pula dengan Mohamad Sobary yang diminta untuk membuat artikel di surat kabar dan majalah secara mingguan. Beliau juga mengaku bahwa dengan waktu yang mepet tersebut, ternyata dapat mengeluarkan seluruh potensinya. Penulis yang lain adalah Gede Prama, ketika saya bertemu, beliau mengatakan perlunya mendesakkan diri kita agar potensi yang selama ini terpendam bisa keluar. Begitu pula dengan saya sendiri ketika menulis pelajaran eu ini, yang terpaksa harus menulis hampir setiap hari, karena diminta oleh mentor kita untuk segera dibukukan dan launching pada saat pertemuan nasional enterpreneur university tanggal 13 s/d 15 September 2002.
Bagi anda yang masih karyawan, desakan diri anda dengan membuka usaha. Anda terdesak, karena waktu anda terbatas. Anda merasa tidak punya waktu untuk berbisnis. Meskipun sebenarnya andalah yang mengatur waktu, bukan waktu yang mengatur anda. Apalagi kalau modal anda juga terbatas. Keterdesakan tersebut setidaknya akan membuat anda berpikir. Yang dulunya hanya memikirkan kantor anda atau perusahaan tempat anda bekerja, sekarang anda juga harus memikirkan bisnis anda. Yang dulunya anda tidak pernah berpikir tentang pinjaman bisnis, sekarang mulai kusak-kusuk bagaimana caranya mendapatkan pinjaman untuk bisnis. Belum lagi kesulitan-kesulitan lain yang mungkin timbul di bisnis anda. Begitu pula bagi anda yang sudah punya bisnis, anda dapat membuka cabang atau bisnis yang lain. Dengan demikian, Anda terpaksa harus berpikir dan bertindak lebih banyak lagi agar bisnis anda berjalan, karena ada karyawan disana yang mesti anda gaji setiap bulannya. Keadaan tersebut, akan memaksa anda untuk mengeluarkan seluruh potensi anda. Dan akhirnya anda akan terpesona bahwa ternyata anda bisa. Silahkan mencoba.

Triks UNAS untuk orang tua

Bantu Anak Menghadapi U.A.N. Dengan NLP

Saat Anda mengikuti Pelatihan Licensed NLP Practitioner, Anda akan kami kenalkan dengan para alumni yang sudah mengikuti di batch sebelumnya. Minggu lalu saat batch 3, beberapa alumni juga banyak yang datang berkunjung. Menarik sekali, beberapa dari mereka menceritakan mengenai pengalamannya diminta menjadi trainer oleh sekolah SMA/SMP dimana mereka dahulu sekolah. Meka diminta memberi pelatihan motivasi untuk membantu adik-adik kelasnya agar dapat efektif dalam menghadapi UAN.

Tentu saja, kami semua senang sekali mendapati cerita itu dan merasa bersyukur, betapa alumni Sinergy Lintas Batas rajin berbagi dan membantu orang lain dengan ilmu NLP yang dimilikinya. Bukankah membuat kebaikan 1 kali dalam 1 hari adalah niat yang baik dari setiap alumni Sinergy Lintas Batas?

SUGESTI NEGATIF

Dari berbagai cerita yang saya dengar, termasuk pengalaman waktu kecil dulu, tanpa disengaja guru-guru sekolah terkadang menekankan pentingnya belajar menghadapi ujian. Sayangnya cara menekankan itu dilakukan dengan cara yang keliru. Mereka sering menggambarkan betapa sulit dan mengerikannya UAN, dan ditambah dengan menakut-nakuti dengan berbagai cara. Tujuannya siiiiiih baik, agar anak mau belajar dengan bersungguh-sungguh…

Namun sayangnya yang terjadi justru adalah si Anak seperti mendapat pemrograman dalam pikiran (future pacing) yang benar-benar akan terpicu saat ujian nanti. Sehingga ketika tiba saat ujian nanti ia akan benar-benar ketakutan luar biasa.

Salah satu alumni bahkan cerita, di salah satu sekolah ada kejadian beberapa orang pingsan saat UAN, karena sedemikian takutnya di ruang ujian. Beberapa siswa juga seperti tertekan dan menjadi blank otaknya seolah tidak bisa mengerjakan apa-apa, karena sedemikian tegangnya.

Well…

Tulisan ini tidak berniat membahas siapa yang salah… Kita mau bicara solosinya saja…

JADI APA YANG BISA KITA LAKUKAN?

Saya akan tuliskan teknik yang powerful dan dapat secara mudah Anda praktekkan sendiri kepada anak Anda.

Di latihan ini saya tuliskan beberapa istilah teknis yang boleh Anda abaikan, kecuali jika Anda kebingungan, maka Anda dapat bertanya pada praktisi NLP mengenai hal itu dengan cara menyebutkan istilah teknis itu. Hal in akan mempermudah mereka membantu Anda.

Ada 4 teknik yang perlu Anda kuasai. Lakukan semuanya.

1. Percaya Diri – Anchor

2. Pikiran Jernih dan Mudah Mengingat – Anchor

3. Instant Break State

4. Time Line

Untuk dapat membantu Anak Anda sukses, maka Anda dapat melatih dulu untuk diri Anda. Kemudian baru diterapkan ke Anak Anda. Melatih terlebih dahulu, selain membuat Anda merasa menguasai juga akan membuat Anda lebih mudah mengajarkan karena sudah melakukannya.

Sikap terbaik dalam membimbing anak dalam menghadapi UAN adalah: bangun komunikasi dengan Anak, menggunakan bahasa yang positif, hindari menakut-nakuti dan mencela. Orang tua memiliki andil yang sangat besar pada kesuksesan anaknya menghadapi UAN ini.

Sikap yang perlu dihindarkan adalah : memarahi, menjuluki malas, bodoh, nggak nurut dan lain-lain. Berbagai julukan ini hanya akan membuatnya makin percaya bahwa “dirinya memang seperti itu”. Sayangi anak Anda, kalau perlu Anda cuti dari kantor dulu untuk membantu anak Anda mempersiapkan diri.

Menghadapi UAN bukan hanya urusan si anak dan guru-guru sekolah atau les-nya. Ini juga merupakan tanggungjawab Anda sebagai orang tua. Orang tua adalah pendidik yang sebenarnya, guru dan guru les, hanya membantu saja.

A. MEMBANGUN PERCAYA DIRI DAN MENCIPTAKAN TOMBOL PERCAYA DIRI.

1. Bangun hubungan dengan anak, katakan dengan lembut bahwa latihan ini untuk kebaikan dia.

2. Ajak anak berdo’a mohon ijin pada Yang Maha Kuasa.

3. Minta anak Anda rileks, dan duduk di tempat yang nyaman.

4. Kemudian minta dia mencari dari pengalamannya, di mana ia pernah memiliki pengalaman “amat percaya diri” yang pernah dialami sebelumnya. Misal ia pernah juara basket ball, juara karate, sukses dalam sebuah acara. Pastikan Anda bersabar di sini, bantu anak Anda mengingat-ingat dengan baik peristiwa semacam itu. Cari suatu pengalaman yang benar-benar merupakan pengalaman yang sangat amat percaya diri saat mengalaminya.

5. Apabila setelah Anda bantu mengingat-ingat dan diberikan waktu yang cukup, ternyata dia kesulitan mencari pengalaman yang pernah percaya diri itu. Maka Anda bisa memintanya mengganti dengan mencari sosok idolanya yang menurutnya sangat percaya diri. Bisa teman, bisa orang lain, bahkan bisa saja Anda sendiri sebagai orang tua. Ingat, nomer 4 dan 5 bukan Anda yang menetukan ia percaya diri atau tidak, tapi anak Anda. Jangan Anda paksakan pikiran Anda pada anak Anda mengenai rasa percaya diri.

6. Setelah ketemu, minta ia untuk “kembali ke pengalaman itu” dengan cara meniatkan mengalami kembali pengalamannya. Dan masuk kembali kedalam pengalaman itu. Minta ia melakukan seriil mungkin. Ingat kata kuncinya adalah “merasakan mengalami lagi”, bukan “membayangkan” atau “memikirkan” saat mengalami lagi. Jadi minta ia melakukan hal yang sama dengan pengalamannya dulu, apakah men-dribble bola, mendapatkan piala, dan seterusnya. Minta anak Anda melakukan masuk pengalamannya lagi sebagai “orang pertama”, artinya ia tidak melihat dirinya sendiri di pengalaman itu, tapi ia “berada” di dalam pengalaman itu.

7. Amati, jika Anak sudah terlihat mulai menampakkan tanda-tanda percaya diri, maka minta dia membuat pengalaman itu makin menguat, minta ia mengkuatkan rasa percaya diri itu 10 kali lipat dari sebelumnya, kemudian 20 kali lipat, bahkan 100 kali lipat dari sebelumnya.

· Beberapa orang menguatkan perasaan dengan cara membuat gambaran menjadi lebih terang, lebih besar, lebih dekat, lebih berwarna-warni, menjadi bergerak, dan tiga dimensi. Beberapa orang sebaliknya lebih kuat jika gambaran lebih redup, lebih kecil, lebih jauh, menjadi hitam putih, menjadi diam dan 2 dimensi. Minta anak Anda men-tweaking (mengutak atik) sampai ketemu yang paling menguatkan perasaan percaya dirinya…

· Beberapa orang menguatkan perasaan dengan cara membuat suara menjadi lebih keras, lebih dekat, lebih harmonis, menjadi stereo, dan dari segala arah. Beberapa orang sebaliknya lebih kuat jika suaranya lebih pelan (lirih), lebih jauh, menjadi acak / tak beraturan, menjadi mono dan dari salah satu arah saja. Minta anak Anda men-tweaking (mengutak atik) sampai ketemu yang paling menguatkan perasaan percaya dirinya…

· Beberapa orang menguatkan perasaan dengan cara membuat perasaan itu berputar ke arah tertentu aatau sebaliknya, menjadi lebih ke arah dalam / keluar, menjalar keseluruh tubuh atau terkonsentrasi, dan seterusnya. Minta anak Anda men-tweaking (mengutak atik) sampai ketemu yang paling menguatkan perasaan percaya dirinya…

8. Jika hasil sudah seperti diharapkan pada puncak (atau lebih baik: saat menjelang puncak), maka secara terfokus dan mantap, mintalah Anak Anda menggenggamkan telapak tangan kirinya dengan jempol berada dalam genggaman, dan menarik nafas sekuat-kuatnya sambil berniat bulat “Setiap kali saya menggenggamkan tangan kiri saya seperti ini sambil meniatkan percaya diri, maka saya LANGSUNG percaya diri. (Hindari mengucapkan “maka saya ‘AKAN”’percaya diri”).

· Catatan Untuk Anda : Tanda ini disebut anchor, dan sebenarnya boleh saja memilih tanda yang lain, yang penting unik dan tidak mudah terpicu, atau tidak sengaja terpicu. Saya menganjurkan penggunaan tangan kiri, karena supaya tangan kanan terbebas mengerjakan soal ujian.

9. Kemudian Anda katakan kalimat ini “SAMBIL terus merasakan percaya diri yang luar biasa ini, maka saya minta kamu (atau ganti dengan nama Anak Anda) untuk membayangkan di depanmu ada meja ujian di ruangan UAN nanti. Bayangkan ruangannya, mejanya, soal ujiannya, dan baju yang kamu kenakan. Pada hitungan ketiga, kamu melangkah kedepan, masuk ke dalam bayangan itu dan menjadi satu dengan bayangan dirimu itu sambil terus menggenggam kedua tanganmu dan tetap merasakan percaya diri itu.

10. Katakan “Siap-siap, 1, 2, 3! Masuk kedalam gambaran dirimu itu, dan alami seolah-olah sedang mengerjakan ujian, sambil terus merasakan percaya diri itu…” Perhatikan kondisi fisiologis anak Anda apakah Anda tanda-tanda ia mengalami seperti perasaan takut dan sebagainya, ataukah ia terlihat percaya diri?. Jika ada tanda-tanda seperti ketakutan dan sebagainya, maka secara perlahan akhiri latihan ini dulu, dengan cara minta ia melangkah mundur lagi dan membuka matanya.

· Jika ini yang dialami, artinya rasa percaya diri yang dibangun tadi kurang kuat, ulangi beberapa kali dan semuanya di-anchor ditempat yang sama. Ini disebut sebagai menumpuk-numpuk anchor (compounding anchor).

· Kemudian, tes, apakah jika ia diminta menggenggam tangan seperti itu dan fokus, apakah ia kembali merasakan percaya diri itu. Jika ya berarti bagus.

· Jika belum, maka selain belum kuat, disebabkan oleh cara “mengalami ulang” yang kurang tepat. Cara mengalami ulang harus dilakukan dengan “ia masuk kembali secara terlibat, bukan dengan cara ia membayangkan dirinya sendiri”. Anak harus dibimbing mengalami perasaan ulang yang sangat riil.

11. Setelah latihan ini berhasil, artinya si Anak sudah melakukan dua hal :

· Membuat tombol pemicu percaya diri, yang sewaktu-waktu bisa dipicu saat membutuhkan. Misal anak dalam ujian merasa tidak percaya diri, maka ia tinggal menggenggamkan tangan kirinya sambil menarik nafas dan fokus.

· Membuat latihan mental “mengerjakan soal ujian dengan rasa percaya diri”.

12. Catatan :

· Upayakan anak menggunakan pakaian yang rencananya sama dengan dipakai waktu ujian nanti.

· Sepanjang latihan ini, hindari menyentuh Anak Anda, agar tidak menimbulkan asosiasi neurologis yang tidak perlu, sehingga tidak sengaja tercipta anchor yang tidak perlu.

Latihan di atas adalah yang pertama kali dilakukan, lakukan secara sungguh-sungguh, namun tetap rileks, dan menyenangkan. Hindari memarahi anak Anda jika belum berhasil, konsultasikan dengan Praktisi NLP di sekitar Anda.

B. MEMBANGUN PIKIRAN JERNIH DAN MUDAH MENGINGAT

1. Lakukan persis seperti latihan di atas, namun dengan cara meminta si anak :

· Mencari dan memasuki pengalamannya ketika ia merasa paling punya pikiran jernih dan merasa paling mudah dalam mengingat-ingat.

· Jika kesulitan dapat dipisahkan dalam dua tahap : pengalaman Pikiran Jernih, dan pengalaman Mudah Mengingat.

2. Buat anchor-nya secara berbeda dengan anchor percaya diri di atas. Misalkan dengan menyentuh kening secara tertentu.

3. Saat melakukan masing-masing teknik harus memiliki jeda, agar masuk ke kondisi normal dulu, baru berlatih lagi.

Setelah kedua hal itu dilakukan, maka kita perlu melatih yang namanya Instant Break State, yang perlu dimiliki anak ketika ia sedang merasa stuck, bingung, atau kesulitan di tengah ujian. Idenya adalah, saat anak mengalami perasaan berdaya tersebut, ia harus secepatnya mampu membebaskan diri sehingga kembali ke perasaan netral secara instant.

C. INSTANT BREAK STATE

Prinsip terpenting dari IBS ini adalah melakukan interupsi atas kondisi saat itu yang tidak memberdayakan diri. Caranya ada bermacam-macam, sepanjang Anak kelua dari kondisi tidak berdaya. Misal :

· Segera ubah posisi duduk dari situasi saat itu.

· Mencubit lengan sendiri.

· Meluruskan punggung sambil meregangkan tulang belakang (molet)

· Menggoyang-goyangkan kepala

· Menghisap nafas dari mulut, sehingga bunyi ssssshhh, dan menghembuskannya keluar kuat-kuat, sambil membayangkan kepenatan dan lebingungan ikut keluar.

· Menggosok-gosokkan kedua telapak tangan secara cepat dan ditekan, sehingga rasanya menghangat.

· Mengejap-ngejapkan mata beberapa kali.

· Menyanyikan lagu dalam hati sambil menggoyang-goyangkan kepala, anjuran adalah lagu berjudul “Aku bisa!” dari AFI Junior. Cari kasetnya, atau download secara legal di internet.

Break state di atas boleh dilakukan satu saja, boleh pula digabung-gabung, ataupun dilakukan berurutan. Pokoknya bebas… Yang penting terinterupsi dan dilakukan tiba-tiba. Setelah break state dilakukan, segera lakukan anchor ke dua : pikiran jernih.

Dalam melakukan IBS ini hati-hati jangan sampai dicurigai oleh guru sebagi tindakan yang mencurigakan. Lakukan secara smart, dan latih juga.

D. TIME LINE

1. Mulai dengan do’a.

2. Buatlah suatu garis di lantai dengan menggunakan tali rafia, atau potongan kertas panjang, kira-kira 4 meter atau lebih. Pastikan melekat sehingga kalu diinjak tidak terkelupas.

3. Minta Anak berdiri di salah satu ujung garis, menghdap ke ujung yang yang lain. Minta anak membayangkan bahwa ujung garis di mana ia berdiri sebagai saat ini, dan ujung garis lainnya adalah saat ujian.

4. Minta ia membayangkan dirinya sedang mengerjakan proses ujian DENGAN SUKSES di ujung garis tujuan. Buat gambarannya se-riil mungkin di pikiran.

5. Kemudian, minta Anak membayangkan garis panjangnya dibagi jumlah hari yang tersisa sebelum ujian. Misalkan kurang 5 hari, jadi bayangkan garis itu diberian 5 titik / tanda. Setiap tanda mewakili satu hari.

SAAT INI ___,___,___,___,___,___ SUKSES UJIAN

6. Masih berdiri di ujung SAAT INI, si Anak diminta membayangkan ia melakukan belajar dengan lancar dan paham di setiap tanda tersebut (per hari). Bayangkan dengan se-riil mungkin : belajar dengan mudah, mengerti, paham, ingat dan sukses berlatih soal.

7. Setelah gambaran / bayangan di kepala Anak menjadi jelas, minta ia melangkah (boleh tutup mata / buka mata) menyusuri garis itu. Anda boleh menuntunnya jika ia keluar jalur.

8. Minta ia berhenti di setiap titik dan menyelami perasaan belajar itu, SAMBIL ia memicu tombol anchor 1 dan 2 secara bersamaan. Sehingga Anak akan merasakan belajar sambil percaya diri, dan merasa pikiran jernih serta daya ingat kuat.

9. Teruskan ia melangkah setelah cukup di satu tanda, dan berhent lagi di setiap tanda dengan cara yang sama. Lakukan terus hingga ia sampai di ujung SUKSES UJIAN.

10. Selama perasaan SUKSES UJIAN, sambil memicu kedua Anchor itu lagi secara bersamaan. Anda secara lembut boleh mengecek disetiap titik dan ujung SUKSES UJIAN ini dengan pertanyaan “Apa yang kamu rasakan?”. Jika perasaannya kurang positif, bimbing ia masuk ke kondisi Percaya Diri, Pikiran Jernih, dan Daya Ingat Bagus.

11. Setelah merasa cukup di ujung UJIAN SUKSES, minta anak memanjatkan perasaan syukur pada Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Tahu.

12. Kemudian minta ia melangkah lagi selangkah keluar dari garis ujung UJIAN SUKSES itu, katakan “Kamu sekarang melangkah satu langkah yang berarti sudah keluar dari ruang ujian, dan rasakan perasaan sudah menyelesaikan dengan baik dan benar!”

13. Kemudian, minta ia membayangkan sudah dan merasakan PERASAAN SUDAH MENYELESAIKAN DENGAN BAIK. Minta ia menengok kebelakang, seperti menengok sesuatu yang TADI SUDAH TERJADI.

Demikianlah, 4 langkah yang amat mudah dan sederhana, namun AMAT POWERFULL. Pelajari dan terapkan pada Anda dulu, kemudian setelah mantap dan mengerti hasilnya, Anda segera terapkan pada Anak Anda.

PETUNJUK TAMBAHAN

Saat ujian, apabila Anak merasa stuck dan perasaan negatif minta ia segera melakukan IBS. Kemungkinan sih kecil anak mengalami stuck, apabila Anda bersama Anak sudah melakukan ke-empat hal tersebut di atas. Kemudian minta ia segera memicu tombol Anchor 1, diikuti tombol Anchor 2. Tombol Anchor boleh dipencet kapanpun ia memerlukan percaya diri ataupun pikiran jernih dan daya ingat tinggi.

Apabila mengalami kebingungan secara teknis, tuliskan di komentar artikel ini, atau Anda hubungi para alumni Sinergy Lintas Batas yang alamat emailnya tertera dengan jelas di www.belajarnlp.com atau orang lain yang menurut Anda mengetahui NLP.

Nah, selama anak UAN, apa yang bisa Anda lakukan? Berdo’alah pada Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Tahu. Kemudian bangun emosi dan perasaan positif pada diri Anda sendiri dan meniatkan berbagi energi positif kepada anak Anda.

PRESTASI

PRESTASI ATLIT
T.P 2009/2010










No Nama Juara Kelas Ajang Tingkat Lokasi Tempat Tgl Pelaksanaan Asal
1 Haryadi I F Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMP Muh Pakem
2 Lulu Khatulistiwa I F Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMA N 1 DEPOK
3 Dyah Nuri P I G Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMA ISLAM 3 PAKEM
4 Jarwanti I A Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMK M CANGKRINGAN
5 Amalia Training K II A Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMP Muh Pakem
6 Nur Anggraini II F Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMK M CANGKRINGAN
7 Damay R II G Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMA M PAKEM
8 Galuh Aning Dita III A Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMP Muh Pakem
9 Lusiana III B Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMP Muh Pakem
10 Ilma Nifta Ilfana III C Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMP Muh Pakem
11 Yunanda Ilham III D Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMP Muh Pakem
12 Robi Arista III E Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMP Muh Pakem
13 Suprihatin III H Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMK M CANGKRINGAN
14 Suryanti III B Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMA M PAKEM
15 Ana Puspita III C Popda Kabupaten Sleman Ged serba Guna 2 s.d 4 Maret 2010 SMA M PAKEM
16 Dona III C Kej. Wil TS Propinsi DIY Ged. Dakwah Bantul SD Muh Pakem
17 Puput Arianti II D Popesda Propinsi DIY SLB Bantul Al Hakim Pakem
18 Nurul Naslal II G popesda Propinsi DIY SLB Bantul Al Hakim Pakem
19 Istiqomah II C popesda Propinsi DIY SLB Bantul Al Hakim Pakem
20 Barni Lestari III B popesda Propinsi DIY SLB Bantul Al Hakim Pakem
21 Lulu Khatulistiwa I F Popda Propinsi DIY Koni DIY SMAN 1 Depok
22 Jarwanti III B Popda Propinsi DIY Koni DIY SMK Muh Cangkringan
23 Lusiana I Seni O2SN Kabupaten Sleman SMP N1 Sleman SMP Muh Pakem
24 Muh Nasrudin III Seni O2SN Kabupaten Sleman SMP N1 Sleman SMP Muh Pakem
25 Suryanti I B O2SN Kabupaten Sleman SMP N1 Sleman SMA M PAKEM
26 Lulu Khatulistiwa I F O2SN Kabupaten Sleman SMP N1 Sleman SMAN 1 Depok
27 Adam II B O2SN Kabupaten Sleman SMP N1 Sleman SMA M PAKEM
28 Sunardiono I Seni 02sn Kabupaten Sleman SMP N1 Sleman SMA M PAKEM
29 Hendri III F O2SN Kabupaten Sleman SMP N1 Sleman SMA M PAKEM
30 Anisa Rahmawati III G Popda Propinsi DIY Koni DIY Wednesday, June 23, 2010 SMP Muh 7 Yk
31 Lulu Khatulistiwa I F O2SN Propinsi DIY Koni DIY Wednesday, June 23, 2010 SMA N 1 DEPOK
32 Suryanti III B O2SN Propinsi DIY Koni DIY Wednesday, June 23, 2010 SMA M PAKEM
33 Sunardiono III Seni O2SN Propinsi DIY Koni DIY Wednesday, June 23, 2010 SMA M PAKEM
34 Lusiana II Seni O2SN Propinsi DIY Koni DIY Thursday, June 24, 2010 SMP Muh Pakem
35 Nurul Naslal F Popesnas Nasional Surabaya Saturday, July 03, 2010 TS Pakem
36 Istiqomah III C Popesnas Nasional Surabaya Saturday, July 03, 2010 TS Pakem
37 Lulu Khatulistiwa III G Popwil Karisidenan Semarang Sunday, July 25, 2010 TS Pakem
38 Lulu Khatulistiwa III F O2SN Nasional Jakarta TMII 17-Jul-10 TS Pakem
39 Zuhri III H Porkab Kabupaten Sleman Ged serba Guna (Pusdiklat Slm Porprov 2011) TS Pakem
40 Riswanti I G Porkab Kabupaten Sleman Ged serba Guna (Pusdiklat Slm Porprov 2011) TS Pakem
41 Ikrima Alfi Ulya I F Porkab Kabupaten Sleman Ged serba Guna (Pusdiklat Slm Porprov 2011) TS Pakem
42
43
44















Penanggung Jawab












































Tri Muriana Budianto


Eka Andriyati,SH

SUKSES

SUKSESMU KARENA KAMU BERUSAHA DAN BERDOA

Twitter

 

planet blog

PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Site Info

Followers

Tri Muriana Budianto Copyright © 2009 DarkfolioZ is Designed by Bie Blogger Template for Ipietoon
In Collaboration With fifa